Zona Merah!! Pusat Perbelanjaan Di Wonosobo Tetap Diserbu Masyarakat

Masuk salah satu daerah zona merah Virus Korona (Covid-19) di Jawa Tengah (Jateng), ternyata tidak menyurutkan nyali masyarakat di Kabupaten Wonosobo untuk memadati pusat keramaian dan perbelanjaan. Bahkan dalam sepekan terakhir menjelang Ramadan 1441 H, arus lalulintas di sejumlah ruas jalan utama di pusat Kota Asri ini terlihat sangat padat.

Berdasarkan pantauan redaksi, Rabu (22/4/2020), kerumunan pengunjung terlihat di pusat perbelanjaan seperti kawasan Pasar Induk Wonosobo, serta pertokoan dan supermarket RITA Pasaraya. Bahkan anjuran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo dikuatkan dengan Surat Edaran (SE) Bupati yang mewajibkan masyarakat mengenakan masker pelindung ketika beraktivitas di luar rumah pun belum sepenuhnya dipatuhi oleh sebagian masyarakatnya. Banyak pengunjung pusat perbelanjaan yang nekat tidak mengenakan masker di tengah keramaian.

Padahal berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Wonosobo hingga, Rabu (22/4/2020), jumlah kasus penderita positif Covid-19 telah mencapai 23 orang dan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang dinyatakan reaktif positif dalam pemeriksaaan cepat Rapidtest mencapai 88 orang. Dari jumlah PDP tersebut, sebanyak 79 orang masih menunggu hasil laboratorium Real Time Polymerese Chain Reaction (RT-PCR) atau Swab untuk memastikan terkonfirmasi positif atau negatif.

Sekretaris Daerah (Sekda) Wonosobo One Andang Wardoyo, mengatakan, pihaknya tidak menyangkal adanya uforia masyarakat yang sudah menjadikan kebiasaan tahunan menjelang Ramadan selalu memadati pusat-pusat perbelanjaan. Sebagai langkah tegas, sesuai petunjuk bapak Bupati Wonosobo Eko Purnomo, Pemkab Wonosobo akan melakukan tindakan tegas, yaitu mengatur atau membatasi jumlah pengunjung agar tidak terjadi lagi kerumunan masyarakat di pusat-pusat perbelanjaan selama masa pandemi Covid-19.

Salah satunya dengan mengatur agar pusat-pusat perbelanjaan mewajibkan pengunjung mengenakan masker, membatasi antrian dengan memberlakukan jaga jarak antar pengunjung, serta mewajibkan menyediakan kran air dan sabun untuk cuci tangan. Setiap pengunjung memasuki pusat perbelanjaan, juga wajib discreening suhu tubuhnya.

“Pembatasan pengunjung di pusat perbelanjaan sangat penting untuk mencegah penularan wabah Covid-19 semakin meluas. Apalagi kasus penderita positif Covid-19 di Wonosobo telah mengalami lonjakan cukup tajam menjadi 23 kasus. Meski sebagian besar kasus impor, namun sudah terjadi transmisi penularan lokal,” paparnya.

Sejauh ini, jelas Sekda,memang belum ada rencana mengajukan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) ke pemerintah pusat. Menurutnya, semua harus dikaji secara matang dan mendalam, serta mempertimbangkan betul berbagai dampak, baik aspek sosial maupun ekonominya.

Baca Juga  Bupati Wonosobo Dorong Kesadaran Warga Pasar Sapuran Agar Selalu Kenakan Masker

“Semoga saja, berbagai upaya menertibkan pusat-pusat perbelanjaan nantinya mampu mengurangi dan membatasi pengunjung. Kami juga telah memerintahkan petugas Satpol PP untuk ditempatkan di pusat-pusat perbelanjaan tersebut untuk melakukan pengawasan. Jika tidak dipatuhi, maka jelas akan ada tindakan tegas,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close