SAGON, Jajanan Legend Khas Wonosobo yang Paling dicari!

MAYODO.ID – Masih ingat kapan terakhir kamu makan jajanan lawas ini? atau bahkan belum pernah mencicipinya? Hati-hati, nanti jatuh hati, harumnya bikin susah lupa. Jika kamu berkunjung ke kota dingin, Kota Wonosobo di Jawa Tengah, terkhusus di wilayah Dieng , paling nikmat memang menyantap hidangan yang hangat-hangat. Salah satu hidangan khas yang wajib kamu coba yaitu kue sagon. Disajikan dalam keadaan panas dengan aroma wangi kelapa yang dibakar, nikmatnya memang tiada dua.

Jajanan lawas sagon ini terbuat dari bahan-bahan yang cukup gampang, tidak terlalu rumit. Dengan Komposisi dasar tepung ketan, parutan kelapa, gula pasir, dan juga sedikit tambahan vanili. Kelapa yang digunakan pun adalah kelapa pilihan, harus yang sedang tingkat kematangannya, tidak terlalu muda, dan juga tidak terlalu tua. Karena jika terlalu muda, hasilnya akan lembek. Kalau terlalu tua, nanti rasa sagon menjadi kurang gurih.

Lantas Bagaimana proses memasaknya? Adonan sagon yang sudah tercampur rata kemudian ditempatkan dalam satu cetakan aluminium berbentuk bulat, kemudian dibakar dengan bara arang dari dua sisi, bawah dan atas. Tidak perlu berlama-lama , tidak sampai lima menit sagon panas beraroma wangi kelapa itu sudah matang dan siap disantap.

Saat disajikan, tidak lupa kue sagon ditaburi gula pasir yang akan menambah rasa manis di sentuhan akhir. Perpaduan gurih dan manis disertai aroma wangi khasnya akan membuat candu bagi siapa saja yang menyantapnya. Apalagi jika dinikmati bersama dengan teh hangat maupun kopi panas yang tentu akan menambah cita rasa nikmat.

Jika kamu sedang berada di wilayah Dieng, makanan ini bisa kamu temukan di seputar lokasi wisata Kawah Sikidang dan area parkir Desa Wisata Sembungan. Kamu bisa langsung memakannya di tempat sembari melepas lelah setelah hiking menyaksikan sunrise dari Bukit Sikunir.

Tapi bagi kamu yang sedang berada di Wonosobo kota, kamu bisa menemukan kue yang memiliki diameter sekitar 20 centimeter itu di relokasi pasar induk yang terbakar yaitu di jalan Kliwonan, kemudian di tempat-tempat yang terjangkau publik seperti permpatan varia wonosobo, dan yang paling terkenal warung Sagon Asli Wonosobo Bu Ning SONO, yang bertempatan di perempatan Jl. Bhayangkara No.31, Wonosobo barat tepat di sebrang GKJ Wonosobo.

Dalam sehari, tak kurang dari 750 sagon dapat ia jual ke para pembeli, bahkan tak jarang pembeli asal luar kota pun menjadikan jajanan lawas ini sebagai oleh-oleh khas Wonosobo. Disarankan untuk kamu agar menyantap sagon dalam kondisi hangat dan baru dikeluarkan dari cetakan, karena akan terasa lebih nikmat. Selain itu, menyantapnya di tengah suasana pasar tradisional, kamu akan mendapatkan sensasi tersendiri dibandingkan membeli dan langsung dibawa pulang.

Baca Juga  Cari Mi Ongklok? 4 Warung Mi Ongklok ini Wajib dicoba

Rukayah, salah satu penjual sagon yang masih bertahan dan meyakini bahwa sagon sangat berpotensi menjadi kuliner khas. “Harapan saya, pelajar bisa ikut melestarikan kuliner tradisional dan juga mempromosikan kekayaan budaya lewat makanansecara turun-temurun,” ungkapnya.

Untuk bisa menikmati sepotong sagon yang hangat, hanya diperlukan merogoh kocek sebesar Rp3.500. Penggemarnya pun tidak hanya kalangan orang tua saja, namun pelajar mulai dari usia SMP juga masih cukup banyak.

“Dulu yang saya tahu, sagon hanya ada di pasar induk lantai atas. Seharusnya makanan khas seperti sagon dijadikan Kuliner Khas dan dikemas untuk toko oleh-oleh. Banyak juga teman dan kerabat dari luar kota yang kangen dengan sagon dan minta dibawakan sebagai oleh-oleh,” kata Udani, penggemar sagon.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close