Pelaku Bongkar Pembatas Jalan Di Wonosobo Meminta Maaf

MAYODO.ID-Beredar video berdurasi 30 detik pada Minggu (24/5), yang memperlihatkan seorang pria mengamuk di Pospam Pelayanan Plasa, Wonosobo, Jawa Tengah. 

Dalam video yang diterima redaksi Senin (25), tampak pria tersebut datang sambil memarahi petugas dalam bahasa daerah. Ia menggeser barrier yang dipasang petugas. Melihat hal itu, petugas hanya membiarkan. 

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Iskandar, membenarkan peristiwa itu. Pria mengamuk dalam video itu bernama Tukijo (50 tahu) yang tinggal tidak jauh dari pos polisi. 

Dia ternyata sudah berkali-kali diingatkan petugas untuk mengenakan masker saat melintas di lokasi, namun menolak. 

“Pada hari Kamis 21 Mei 2020, bertempat di depan Bank BRI Ruko Pasar Induk Wonosobo bahwa ia pernah diimbau oleh anggota Polri Pospam Pelayanan Plasa untuk menggunakan masker ketika sedang berada di keramaian massa terkait pencegahan COVID-19,” kata Iskandar lewat keterangannya, Senin (25/5).

“Namun ia menyatakan menolak dan menentang menggunakan masker (dengan alasan) karena apa pun yang terjadi pada manusia adalah kehendak dari Allah,” tambah Iskandar. 

Kemudian pada Minggu (24/5) kemarin, pria itu datang lagi dan tiba-tiba membuka barrier atau penyekat jalan yang dipasang untuk mengurangi kepadatan orang di Pasar Induk Wonosobo.

“Yang bersangkutan berupaya untuk membuka sekat yang dilakukan aparat,” tuturnya.

Petugas membiarkan aksi pria yang berprofesi tukang jahit itu, sampai akhirnya dibawa ke pos untuk diberi peringatan. Keluarga pria itu juga dipanggil polisi.

“Kita nasihati lama karena yang bersangkutan tetap tak mau pakai masker, tapi akhirnya yang bersangkutan minta maaf dan mau pakai masker,” ucap Iskandar. 

Pria tersebut akhirnya dipulangkan ke rumahnya. Keluarganya pun telah meminta maaf ke petugas kepolisian. “Saat ini ia bersama keluarga sudah menyadari kesalahan dan meminta maaf serta sudah mau menggunakan masker,” ujar Iskandar.

Baca Juga  Bansos Penanganan Dampak Corona di Wonosobo Capai 300 Miliar

“Kita tahu betapa susahnya para tenaga medis menangani pasien positif di rumah sakit,” pungkasnya

source: kumparan.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close