Momen Indah Bulan Puasa Tertunda Ditengah Pandemi Corona

MAYODO.ID-Ramadhan kali ini terasa sangat berbeda dari ramadhan-ramadhan sebelumnya karena ada pandemi Covid-19 atau Corona, Virus ini sangat berbahaya bahkan bisa menyebabkan kematian. Data terbaru disampaikan Juru bicara pemerintah terkait penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, merinci data kasus Corona per Senin (4/5/2020). Pasien sembuh berjumlah 1.954 orang, sedangkan yang meninggal dunia 864 orang. Ini merupakan data yang dihimpun pemerintah pusat hingga pukul 12.00 WIB tadi. Data ini disampaikan Yuri dalam konferensi pers harian yang ditayangkan BNPB melalui kanal YouTube mereka.

Per Minggu (3/5) kemarin, tercatat ada 11.192 kasus positif Corona di Indonesia. Sebanyak 1.876 pasien sembuh dan 845 orang meninggal dunia. Sementara Pemerintah Kabupaten Wonosobo mencatat, ada 37 kasus positif, pasien positif corona yang dirawat di Rumah Sakit ada 32 kasus, Dengan rincian 0 kasus meninggal dan 5 kasus sembuh. Sedangkan PDP atau Pasien Dalam Perawatan ada 136 kasus dan ODP sebanyak 2.284 kasus.

Tentu kondisi ini sangat menghawatirkan ya sehingga Pemerintah Daerah melakukan hal-hal pencegahan penyebaran virus Covid-19 seperti Social Distancing. Ketika menerapkan social distancing, seseorang tidak diperkenankan untuk berjabat tangan serta menjaga jarak setidaknya 1 meter saat berinteraksi dengan orang lain, terutama dengan orang yang sedang sakit atau berisiko tinggi menderita COVID-19.

Selain itu, ada beberapa contoh penerapan social distancing yang umum dilakukan, yaitu:

  • Bekerja dari rumah
  • Belajar di rumah secara online bagi siswa sekolah dan mahasiswa
  • Menunda pertemuan atau acara yang dihadiri orang banyak
  • Tidak mengunjungi orang yang sedang sakit.

Selain itu juga terkait dengan social distancing, beberapa Desa di Wonosobo ada yang melaksanakan shalat taraweh dirumah saja, namun ada juga yang masih melaksanakan sholat taraweh berjamaah dengan protokol kesehatan yang berlaku karena dianggap masih aman untuk melaksanakan sholat taraweh berjamaah. Menabuh bedug yang biasanya dilakukan setelah sholat taraweh juga tidak diperkenankan karena akan mengundang orang berkerumunan, buka bersama yang menjadi saat-saat menyenangkan bersama pasangan,keluarga,teman sekolah atau relasi, Budaya mudik juga tahun ini tidak boleh ya hanya pulang kampung saja yang boleh dengan protocol Kesehatan yang sangat ketat tentu karena pandemi Covid-19 ini menjadikan ciri khas bulan puasa seakan hilang ya, namun sebagai warga yang baik tentu hal ini bisa diterima karena demi keamanan dan kemaslahatan bersama.

Mudah-mudahan pandemi Covid-19 ini segera berakhir ya supaya nuansa indahnya ramadhan terasa kental kembali seperti semula, Sehingga lebaran nanti bisa berkunjung ke sanak saudara,teman atau relasi dengan penuh suka cita.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close