LPSK Apresiasi Kejari Wonosobo yang Perjuangkan Hak Restitusi Korban Tindak Pidana Anak

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) RI mengapresiasi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng yang dianggap telah menegakkan hak restitusi korban tindak pidana anak di Wonosobo.

Ketua LPSK RI Hasto Asmojo Suroto mengatakan, apresiasi dan penghargaan diberikan kepada Kejati Jateng khususnya Kejari Wonosobo dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani kasus kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi di Wonosobo.

Menurut dia, LPSK memfasilitasi restitusi dan memberikan rehabilitasi psikologis pada korban karena yang bersangkutan mengalami traumatis atas kejadian itu.

“Dan Alhamdulillah Kejari Wonosobo dan Jaksa Penuntun Umumnya menyambut dengan baik sehingga memasukan tuntutan restitusi ini ke dalam tuntutan,” jelasnya.https://d1d02af87f677cfc619e9471d2b7d2d0.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-37/html/container.html?n=0

Restitusi atau ganti rugi yang diberikan terhadap korban tersebut berjumlah Rp 6,3 juta. Hasto mengatakan, meski nilainya tidak cukup tinggi, namun secara substansif itu patut diapresiasi. Ini merupakan pemenuhan hak para korban serta paradigma baru dalam sistem peradilan di Indonesia.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Priyanto berterimakasih terhadap apresiasi LPSK RI kepada Kejati Jateng khususnya Kejari Wonosobo mengingat Kejaksaan tengah berjuang menuju zona integritas wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM).

Ini bukti bahwa kejaksaan kini lebih terbuka dalam pelayanan publik, termasuk menegakan hak-hak korban. 
Priyanto mengatakan, di tahun 2020 ini sudah terdapat dua korban yang mendapat restitusi di Jawa Tengah.

“Kita membuka diri pada korban dengan memperjuangkan hak-haknya. Kejaksaan berdiri bukan di atas pesakitan tapi peradilan. Kedepan akan terus kita gali hak-hak korban,” kata dia. (*)

Sumber: Tribun.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close