Ketika Raga Orangtua Tak di Sebuah Rumah yang Sama (Berjanjilah Menjadi Hebat)

Hallo.. sahabat literasi

Kali ini aku akan sedikit sharing sama kalian tentang nikmatnya menciptakan opsi dalam sebuah hidup, apalagi bagi mereka yang punya latar belakang jauh dari kata utuh.

Aku tahu bahwa didunia ini tidak hanya aku yang mempunyai keluarga Broken Home,

“kamu bukan orang yang pertama, dan juga bukan orang yang terahir”

kata kata ini yang selalu ada dalam pikiran dan hatiku.aku sadari bahwa lingkungan disekitarku banyak mengalami masalah keluarga yang sama. Banyak yang berkata bahwa broken home membuat masa depan anak menjadi hancur, rusak dan banyak lagi kata kata dan judge negatif tentang kami.

Tapi apakah mereka pernah berfikir?

Bahwa anak anak seperti kami butuh wadah untuk didengar tidak hanya dicemooh, dijudge saja. Di saat  tidak ada yang dapat mendengarkan hatiku, aku menjadi semakin dekat dengan Tuhan. Aku menjadi sangat rajin beribadah dan menerima takdir hidup yang sudah digariskan dan membuat pilihan hidup.

Pilihan Apa yang Aku Pilih?

Terlahir dari keluarga broken hhome memberikan aku 2 pilihan.pilihan pertama adalah hanyut bersama lingkungan sekitarku yang berjalan ke arah negatif atau pilihan kedua membuat jalanku sendiri yang dapat bermanfaat untuk orang lain.

Aku tahu perasaan mereka anak yang broken home karena aku adalah salah satu bagian dari orang yang mengalaminya. Mereka akan sangat terbuka untuk bercerita kepada sesama yang dianggap bisa memahaminya. sehingga ini adalah salah satu motivasiku untuk menjadi pendengar mereka yang awalnya tidak ada wadah bagiku untuk dapat merangkul teman-teman sepertiku.

Setelah memasuki dunia perkuliahan, aku semakin terinspirasi untuk menjadi wadah buat mereka. Saling merangkul dan kukatakan “kamu tidak sendiri jangan rusak dirimu seperti apa yang dikatakan orang lain, mereka hanya melihat sisi luarmu saja maka tunjukan sisi dalam yang ada pada dirimu”.

Baca Juga  Puasa dalam Syahadat, Shalat, Zakat, Haji

Dari tulisan ini juga aku berharap orang-orang yang sepertiku, terlahir dari keluarga broken home dapat memiliki hati yang ingin saling mewadahi. Karena masa depan yang kita punya ada di dalam hati kita sendiri, semakin banyak hati yang diperbarui secara positif semakin indah dunia ini.

Menjadi hebat dalam segala hal untuk diri kita sendiri, orang lain dan orang-orang yang kita cintai. Menjadi anak broken home memang bukan pilihan hidup, tapi masa depan hidup adalah pilihan kita.

Baik teman-teman,,, semoga tulisan singkat ini bisa membuat kita berfikir dan merenung diri bahwa menjadi hebat adalah sebuah pilihan yang tepat.

Cukup sekian.. dan see u on top!

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close