Jumlah Positif Covid Di Wonosobo Bertambah 8 Orang, dan berpotensi masih terus bertambah

Penyebaran virus corona (Covid-19) di daerah zona merah Kabupaten Wonosobo Provinsi Jawa Tengah (Jateng) terus meningkat, meski mulai terjadi tren perlambatan penularan. Berdasarkan data di Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, penderita terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Wonosobo tambah lagi 8 orang, sehingga jumlah akumulatif naik dari hari sebelumnya 56 kasus menjadi 64 kasus pada, Kamis (14/5/2020) malam. Dari 64 kasus poisitif Covid-19 tersebut, sebanyak 19 orang telah dinyatakan sembuh, dan 45 orang masih menjalani perawatan medis di ruang isolasi rumah sakit.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Wonosobo dr Mohammad Riyatno ketika dikonfirmasi, mengungkapkan bahwa pihaknya mengaku belum update data, sehingga yang dimunculkan di situs resmi Pemkab Wonosobo masih sesuai informasi terakhir atau baru terjadi penambahan 2 orang, sehingga jumlah akumulatif sementara masih 58 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. “Kami akan segera koordinasi dan upgrade data terbaru,” tandasnya.

Selain itu, lanjutnya, peningkatan juga terjadi pada jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang naik menjadi 159 kasus. Dari jumlah tersebut, mayoritas kasus atau sebanyak 99 PDP berhasil sembuh, dan 56 PDP masih menjalani perawatan di ruang isolasi. Sedangkan PDP meninggal dunia 4 orang.

Berdasarkan data persebaran penularan kasus impor maupun penularan lokal, jelas dr Riyatno, sejauh ini terus mengalami tren perlambatan atau melemah. Namun demikian, kondisi tersebut tidak lantas membuat para tenaga medis di lapangan menjadi lengah, karena potensi penularan masih ada.

Apalagi gelombang arus mudik terus terjadi dan membuat pelaku perjalanan atau Orang Dengan Riwayat (ODR) dari daerah terjangkit menjadi terus naik. Berdasarkan hasil skrining tim kesehatan, sampai saat ini tercatat ada 38.253 orang pelaku perjalanan yang masuk kategori ODR.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.356 orang ditetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 159 orang yang sebagian besar reaktif Covid-19 berdasarkan uji Rapid Test masuk dalam daftar PDP.

Sejauh ini, jelasnya, Tim Gugus Tugas Covid-19 juga terus menelusuri pihak-pihak yang sempat kontak langsung dengan pasien positif Covid-19. Mulai dari keluarga terdekat, sampai orang-orang yang sempat kontak langsung dengan pasien positif Covid-19.

Baca Juga  Viral Penemuan Surat Diduga Ditulis Korban Bunuh Diri di Banjarnegara

“Memang sebagian penderita positif Covid-19 merupakan klaster kasus impor, tetapi potensi transmisi penularan lokal sudah terjadi, karena dari penambahan kasus baru positif Covid-19 yang terjadi, sebagian besar sempat kontak langsung dengan penderita,” tandasnya.

Terkait belum putusnya mata rantai penyebaran Covid-19 di daerah, pihaknya meminta warga masyarakat bisa lebih mentaati protokol kesehatan yang telah ditetapkan, seperti tetap berada di rumah, mengurangi interaksi fisik dengan warga lain atau jaga jarak, mengenakan masker ketika di luar rumah, serta disiplin menjaga kebersihan dengan cuci tangan pakai sabun setiap beraktivitas. 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close