Jalan Masuk Kotor dan Berlumpur, Wali Kota Magelang Berikan Peringatan Keras Proyek Untidar

MAYODO.ID- Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito menegur secara langsung penanggungjawab pelaksana proyek pembangunan Universitas Tidar (Untidar) setelah meras geram melihat sekitar Jalan S Parman dan Kampus Universitas Tidar (Untidar), sebagai akses masuk ke kampus perguruan tinggi negeri dan Secaba itu dipenuhi pasir dan lumpur.

Teguran Walikota Magelang ini langsung disusul perintah kepada Satpol PP agar menghentikan Proyek Pembangunan yang sedang berjalan ini jika peringatan yang diberikannya tidak dipatuhi untuk melakukan perbaikan dalam perkerjaan proyek tersebut.

“Saya tidak masalah mau membangun apa, tapi perhatikan kebersihannya. Jangan sampai merugikan masyarakat seperti ini,” kata Sigit kepada salah seorang pelaksana pengerjaan gedung Fakultas Teknik Untidar, baru-baru ini.

Wali Kota sidak setelah melihat langsung kondisi jalan tampak kotor dan berlumpur imbas proyek pembangunan gedung Fakultas Teknik Untidar.

Sigit mengatakan cara mereka melakukan pembersihan truk sebelum keluar masuk dinilai salah sehingga debu dan pasir tercecer di sepanjang jalan, bahkan sampai ke Jalan Pahlawan dan Jalan A Yani.

Selain kotor, banyak warga mengeluhkan kondisi jalan kotor lantaran bisa membahayakan pengguna jalan. “Saya tiap minggu, dua kali lewat sini (Jalan Kapten S Parman). Saya melihat jalan bagus jadi kotor begini. Nangis saya Mas, melihat ban truknya saja kotor-kotor seperti itu,” katanya.

Bahkan, kondisi jalan kotor itu sampai di Jalan Pahlawan, Jalan A Yani lho. ‘’Kalau besok masih seperti ini, langsung saya setop,” tegasnya didampingi Rektor Untidar, Prof Dr Ir Mukh Arifin.

Ia meminta semua pelaksana pembangunan di wilayahnya untuk senantiasa memperhatikan kebersihan dan kesehatan masyarakat. Terlebih di tengah pandemi Covid-19 yang masih terjadi hingga sekarang.

“Rakyatnya sudah susah karena corona, ini ditambah kotanya jadi rusak dan kotor. Saya sarankan ke mereka, begitu bongkar mobilnya disemprot bersih. Jadi keluar bersih. Tapi kalau begitu masuk kotor, keluar kotor lagi, ya jadinya mengotori yang lainnya,” jelasnya.

Baca Juga  Agar Bungkam Setelah di Setubuhi, Anak Dibawah Umur di Kebumen Dibelikan Bakso Oleh Tersangka

Sigit secara spontanitas memerintahkan mobil pemadam kebakaran dan armada dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk melakukan penyemprotan di sepanjang Jalan S Parman dan Jalan Pahlawan.

Kepala Satpol PP, Kepala DPUPR, Kepala DLH, Camat Magelang Utara, dan Lurah Potrobangsan diminta memonitor komitmen pelaksana proyek yang akan melaksanakan pekerjaan dengan baik dan bersih.

“Supremasi predikat kota hijau bersih dan indah harus betul-betul melekat di Kota Magelang dan harus kita pertahankan. Kalau mereka tidak mematuhi sampai membuang kotoran/tanah sepanjang jalan masih tercecer di jalan lagi akan saya hentikan,” tandasnya.

Sementara itu, PT Galatama Semarang, selaku pelaksana pembangunan Fakultas Teknik Untidar meminta maaf kepada Sigit dan jajaran Pemkot atas kesalahan teknis ini, sehingga mengotori hampir semua jalan yang dilalui.

Mereka berjanji akan memperbaiki teknis penyemprotan yang ideal dan tidak membuat kotor jalan raya. “Intinya kita terima kasih atas nasihat Pak Wali. Untuk teknisnya nanti disemprot. Supaya jalan tidak kotor,” ungkap Ponimin, salah satu pelaksana dari PT Galatama Semarang

Sumber: Suara Merdeka

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close