Jejak Juang Sang Komandan

MAYODO.ID – Ir. H. Alfa Isnaini, M.Si siapa yang tidak kenal dengan beliau. Pria kelahiran tahun 1967 di Tulung Agung ini adalah bagian Gerakan Pemuda (GP) Ansor khususnya Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Beliau telah mengabdikan dirinya dalam salah satu organisasi Islam terbesar di dunia yaitu pada Nhadlatul Ulama (NU) khususnya di Badan Otonom GP Ansor.

Alfa begitu masyarakat mengenalnya memiliki keteguhan prinsip dan keinginan kuat menjaga keutuhan NKRI. Berbekal tekat yang kuat tersebut membawanya masuk menjadi bagian dari GP Ansor.

Ketika ingin menjadi bagiannya GP Ansor ia berikrar dengan niat sungguh-sungguh demikian “Bismillahirrahmanirrahim. Niat ingsun mlebu Banser, mlebu Ansor lillahi ta’ala (saya berniat masuk Banser dan Ansor, karena Allah ta’ala). Dengan mengamalkan, mendakwahkan dan menjaga Islam Ahlussunnah wal Jama’ah Annahdliyah. Alfatihah.”

Baginya dengan menjadi bagian Ansor dan NU telah berkontribusi besar membentuk karakternya. Ia juga selalu mewanti-wanti pentingnya berjuang membentuk karakter bangsa. Sosok yang bersahaja, luwes dan tegas menjadikannya dekat dengan siapa saja, semua orang menaruh hormat padanya.

Karir organisasi dimulai dari bawah dimulai dari cabang, hingga sampai ke wilayah nasional. Alfa Isnaini pernah menjabat sebagai Ketua Pimpinan Anak Cabang IPNU Kecamatan Kota Tulungagung Periode 1984-1987 artinya beliau bisa dibilang sebagai kader tulen NU.

Di Ansor sendiri dimulai semenjak PC Ansor Tulungagung, kemudian Pimpinan Wilayah GP Ansor hingga didaulat menjadi Kasatkornas Banser. Pengabdiannya kepada NU tidak dipertanyakan lagi, berkatnya Banser berkembang pesat dari segi jumlah kenggotaan.

Selain menjadi bagian GP Ansor, ia juga seorang politisi. Sempat didaulatk menjadi Koordinator Devisi Pemenangan Pemilu DPC PKB Kabupaten Tulungagung pada tahun 1998-2002. Ia juga pernah menjabat Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Kabupaten Tulungagung Periode Tahun 2007-2009.

Baca Juga  Pengukuhan Internal Pengurus IPNU/IPPNU Ranting Tempurejo, Kec.Kalibawang Kab. Wonosobo

Setelah lama berkecimpun di PKB akhirnya Alfa Isnaine membulatkan tekadnya untuk mencalonkan diri sebagai Caleg DPR RI dari Partai Gerinda di daerah pemilihan VI pada tahun 2014. Meskipun belum membuahkan hasil, komitmennya dalam gelanggang politik begitu kuat.

Semangat juangnya terus bergelora tidak pernah surut, hingga akhirnya mencoba kembali di tahun 2019 mencalonkan sebagai Caleg DPD RI nomer urut 28 daerah pemilihan Jawa Timur. Keputusannya itu sudah bulat, mencoba kembali dan serta mendapatkan restu dari para Kyai Sepuh NU. Allah menyayanginya dan lebih ridho untuk terus berkhidmad kepada NU.

Pengabdian dan dedikasi tak lekang oleh waktu untuk GP ansor menjadi salah satu bukti bahwa tak mudah menjaga konsistensi dan keistiqomahan digars perjuangan sangat besar.

Alfa Isnaini telah membuktikan semua itu hampir separuh usianya telah diabdikan di Ansor dan menjabat Satuan Koordinasi Nasional (Satkornas) Banser, beliau juga pernah menjabat berbagai posisi berikut;

– Ketua pimpinan anak Cabang GP Ansor kecamatan kota Tulungagung periode, 1997-2000
– Sekretaris Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Tulungagung periode 2000-2004
– Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Tulungagung periode 2004-2009
– Ketua Pimpinan wilayah GP Ansor Provinsi Jawa Timur Periode 2009-2013
– Pendiri sekaligus sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Tulungagung Mandiri tahun 2011-sekarang
– Ketua II Koni Kabupaten Tulungagung tahun 2012-2016

Waktu telah membuktikan kualitas Alfa Isnaini sebagai pemimpin baik di organisasi maupun karir politiknya, kiranya segudang pengalaman beliau dapat dilihat sebagai rekam jejak yang sudah teruji kualitasnya.

Perjalanan Alfa Isnaini dalam berkarier begitu singkat, setelah Allah Swt memanggilnya. Beliau meninggal pada tanggal 11 Maret tahun 2020, dikabarkan jam 11.19 Wib di RS Kramat Jakarta. Almarhum meninggal diduga karena penyakit serangan jantung dalam usia 50 tahun.

Baca Juga  Cara Menggunakan Google Meet Untuk Rapat Online

Pesan beliau yang selalu melekat adalah “siapa yang menghancurkan Aswaja dan NKRI. Gebuk saja, masalah urusan itu bisa belakangan. Karena NKRI ini berdiri bukan karena hadiah dari penjajah, sebagai kader bangsa dan benteng ulama. Kita harus berani menghadapi mereka-mereka yang akan menghancurkan NKRI”.

Alfa berpesan seperti itu karena kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia berkat perjuangan yang berat dari para pahlawan termasuk perjuangan para kyai dan ulama NU. Oleh karena itu, sangat wajar dan berkewajiban kalau Ansor dan Banser harus tetap mempertahankan negara ini. Sampai tetap berdiri kokoh dan tegap.

Sumber: hidayatuna.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close