Hari ke 15 Ramadhan Pada Hari Jumat Ada Musibah Besar, Benarkah?

Hadits 15 Ramadhan Hari Jumat Ada Musibah Besar, Bisakah Dipercaya?

Ya Allah.. Masih saja ada sekelompok orang yang menyebarkan rasa cemas pada masyarakat di bulan suci Ramadhan ini.
Patut dipahami bahwa hadits tentang adanya suara dahsyat pada hari Jumat yang bertepatan dengan tanggal lima belas Ramadhan sama sekali tidak disebutkan oleh para ulama hadits yang diakui kredibilitasnya, seperti Imam al-Bukhari, Imam Muslim, Imam Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah, an-Nasa’I, dan at-Tirmidzi. Hadits yang menjelaskan tentang suara dahsyat ini disebutkan oleh Imam asy-Syasyi, At-Thabrani, dan Ahmad as-Syaibani. Berdasarkan hal ini, kualitas sanad dalam hadits tersebut patut dipertanyakan.​​​​​

Salah satu kritikus hadits, Imam al-‘Uqaili dalam kitabnya, adh-Dhu’afa’ al-Kabir menyebutkan kritik tentang hadits ini:

“Hadits ini tidak memiliki dasar dari hadits yang terpercaya dan juga tidak dari jalan (metode) yang ditetapkan (oleh para ulama hadits)” (Abu Ja’far Muhammad bin ‘Amr al-‘Uqaili, adh-Dhu’afa’ al-Kabir, juz 1, hal. 51).

Bahkan jika kita menelaah lebih lanjut tentang para perawi hadits itu, kita temukan banyak sekali para rawi (periwayat) yang diragukan kredibilitasnya oleh para ulama hadits. Salah satu adalah Abdul Wahab bin Husein. Imam Hakim dalam salah satu hadits yang terdapat rawi Abdul Wahab bin Husein berkomentar bahwa ia merupakan orang yang tidak diketahui profilnya (majhul). Imam adz-Dzahabi lantas menanggapi perkataan Imam Hakim tersebut:

وفيه عبد الوهاب بن حسين وهو مجهول، قلت ذا موضوع

“Di dalam hadits ini terdapat Abdul Wahab bin Husain, dia adalah orang yang tidak diketahui. Aku (adz-Dzahabi) berkata: ‘Hadits ini maudlu’ (palsu)” (Adz-Dzahabi, Mukhtashar Istidrak adz-Dzahabi ‘ala Mustadrak al-Hakim, juz 4, hal. 522).

Baca Juga  Sejarah Kemenangan NU di Pemilu 1955: Pemilik Mobil Mencari Supir

Sedangkan dari aspek matan (isi hadits), hadits ini juga tergolong sebagai hadits yang tidak dapat dijadikan pijakan. Sebab, isinya mengandung peristiwa-peristiwa di masa mendatang yang dijelaskan secara spesifik. Maka tidak heran jika Ibnu al-Qayyim al-Jauzi mengategorikan sebagai hadits yang batal secara matan.

Dengan demikian, ramalan bahwa Ramadhan tahun ini merupakan pembuka atas kekacauan yang terjadi pada tahun ini adalah klaim yang tidak benar dan berpijak pada dalil hadits yang tidak bisa dijadikan dasar, sehingga tidak dapat dipercayai kebenarannya.

TIDAK BAIK BAGI KITA MENARUH PRASANGKA BURUK PADA HARI JUMAT TANGGAL LIMA BELAS RAMADHAN INI, SEBAB HARI JUMAT MERUPAKAN HARI TERBAIK DI ANTARA HARI-HARI YANG LAIN, SEPERTI YANG DISABDAKAN OLEH NABI MUHAMMAD:

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا

“HARI TERBAIK DIMANA MATAHARI TERBIT ADALAH HARI JUMAT, PADA HARI ITU NABI ADAM DICIPTAKAN, DIMASUKKAN KE SURGA DAN DIKELUARKAN DARI SURGA” (HR AL-BUKHARI).

MAKA SEBAIKNYA PADA RAMADHAN TAHUN INI, KITA PERBANYAK MENEBARKAN KABAR BAIK DAN MENGGEMBIRAKAN PADA ORANG LAIN, TERLEBIH SAAT INI BANGSA KITA SEDANG DIBERI COBAAN MENGHADAPI PANDEMI VIRUS COVID-19. JANGAN SAMPAI KEKHAWATIRAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI PANDEMI DIPERPARAH DENGAN KABAR-KABAR BURUK YANG SAMA SEKALI TIDAK BISA DIPERTANGGUNGJAWABKAN.

WALLAHU A’LAM BI SHOWAB…

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close