Gugah Kesadaran Masyarakat, Jayanusa Wonosobo Bagikan Ribuan Masker

MAYODO.ID-Demi memutus mata rantai penularan virus corona, Jamaah Yasin Nusantara (Jayanusa) terus menunjukkan aksinya dengan memberikan bantuan ke masyarakat Wonosobo. Kali ini, ribuan masker dibagikan secara gratis untuk meningkatkan kesadaran warga dalam menerapkan protokol kesehatan.

Pasalnya, hingga saat ini Kabupaten Wonosobo masih berada tiga besar di Provinsi Jawa Tengah. Namun kesadaran masyarakat dinilai masih buruk untuk menerapkan protokol kesehatan. Dengan tidak banyak beraktifitas diluar rumah, menghindari kerumunan, dan menggunakan masker saat bepergian.

“Aksi ini secara simbolis dipusatkan di sekitar Taman Plaza Wonosobo, tiada lain untuk mengingatkan seluruh warga masyarakat agar mematuhi salah satu protokol penting,” kata Ketua Jaya Nusa Wonosobo, A Tarmizi setelah membagikan ribuan masker ke pengunjung di sepanjang jalan Ahmad Yani itu Rabu (13/05/2020).

Menurutnya saat ini kesadaran masyarakat sendiri masih buruk. Hal tersebut bisa dilihat dari masih ramainya tempat publik. Serta masih ada masyarakat yang bepergian tanpa menggunakan masker.

“Kesadaran harus terus ditumbuhkan, kita semua harus saling mengingatkan,” Ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Jayanusa, Idham Cholid menjelaskan, bahwa tumbuhnya kesadaran masyarakat juga perlu sejalan dengan aturan pemerintah yang jelas. Dengan melakukan refocusing untuk segera memecahkan masalah yang terus timbul dimasyarakat dengan merumuskan regulasi yang tepat. Misalnya tidak hanya mengatur kegiatan peribadatan yang bersifat keagamaan saja, tapi juga pada kegiatan yang berpotensi melibatkan banyak orang.

“Pokoknya pada hal yang bisa berpotensi terjadinya penyebaran virus haruslah perjelas aturannya. Seperti yang ada di pasar, pusat perbelanjaan juga harus ditertibkan,” lanjutnya.

Sebab dirinya menilai bahwa kerumunan yang terjadi di ruang publik justru lebih parah. Dibanding dengan orang yang melaksanakan ibadah yang dianggap bisa lebih tertib dan mengikuti setiap anjuran pemerintah. Sehingga apa yang terjadi justru menjadi salah penafsiran oleh masyarakat banyak.

Baca Juga  Warga Pasar Pagi Madusari Antusias Ikuti RDT, Hasilnya 100% Non Reaktif

“Kita memang tengah bersama sama menghadapi pandemi ini. Jadi jangan sampai muncul kesan yang berbeda dalam masyarakat kita,” terusnya.

Dirinya juga berharap dalam tiga bulan kedepan bahwa dalam bulan Ramadhan kali ini sebagai momentum yang tepat untuk dapat dijadikan wasilah kita semua melakukan perubahan diri dan lingkungan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close