Gara-gara Terus Merugi, Tukang Sate Nekad Curi Beras dan LPG

Seorang tukang sate berinisial Ar (27), warga Kelurahan Butuh, Kecamatan Temanggung dibekuk polisi, karena melakukan pencurian beras di warung kelontong “Winasih” milik Kabul, warga Dusun Sendang, Desa Kedungumpul, Kecamatan Kandangan. Selain itu mencuri tabung gas ukuran 3 kilogram di toko milik Ahmad Fauzi di Dusun Tentrem, Desa Rowo, Kecamatan Kandangan. Dia nekat mencuri dengan alasan sejak ada wabah COVID-19 penjualan satenya sepi pembeli sehingga selalu merugi dan tidak mendapat penghasilan.

“Pencurian itu dilakukan di hari yang sama, terdiri dari 3 sak beras seberat 10 kilogram dan dua tabung gas ukuran 3 kilogram. Setelah mencuri beras kemudian berlari pulang untuk menaruh barang curian lalu kembali beraksi beberapa jam kemudian. Namun aksinya ini terekam CCTV, sehingga terlacak jati dirinya,” kata Kapolres Temanggung, AKBP Muhamad Ali, Selasa (28/4/2020).

Menurut Ali, penangkan AR setelah ada laporan warga yang mendapati pencurian dan aksinya terekan CCTV. Polisi pun mendalami dan kemudian mendapatkan identitas AR warga Butuh yang berprofesi sebagai tukang sate.

Kasatreskrim Polres Temanggung, AKP M Alfan Armin menuturkan, dari rekam jejaknya AR ternyata merupakan seorang residivis percobaan pencurian di Pringsurat pada tahun 2019 dan baru keluar dari penjara pada November 2019. Lalu pada Januari 2020 mencuri tabung gas di toko kelontong di Kampung Mujahidin Temanggung.

“Alasan tersangka mencuri karena penjualan satenya sepi, maka dia nekat melakukan aksi kejahatan berupa pencurian. Atas perbutannya ini dia kita jerat Pasal 362 KUH Pidana tentang pencurian dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,”katanya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close