Gara-gara, Postingan Facebook Seorang Pemuda Ditangkap Polisi

Seorang Pemuda berinisial MJ dari Tegalrejo, diamankan oleh Sat Reskrim Polres Magelang, Senin (27/4/2020) lalu.

Pelaku diketahui menyebarkan berita bohong atau hoaks video penangkapan pencuri oleh masyarakat di Kecamatan Borobudur. Kasat Reskrim Polres Magelang, AKP Hadi Handoko, mengatakan, berita bohong ini berhasil ditelusuri oleh unit patroli cyber Polres Magelang saat melaksanakan patroli cyber pada Sabtu (25/4/2020) lalu sekitar pukul 20.00 WIB.

Kejadian ini bermula saat petugas kepolisian menemukan postingan berbau hoaks yang beredar di salah satu grup Facebook beberapa waktu lalu.

Setelah diselidiki, ternyata pelaku pembuat postingan berita tidak benar tersebut berinisial MJ, warga Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang.

“Pada Sabtu (25/4/2020) sekitar pukul 20.00 WIB, kami menemukan postingan berbau hoaks oleh yang bersangkutan yakni MJ, warga Tegalrejo, Magelang. Tautan yang diunggah yang bersangkutan adalah video penangkapan tersangka pencurian oleh masyarakat, yang ternyata tidak benar,” tutur Hadi, Kamis (30/4/2020).

Postingan video yang meresahkan masyarakat ini, telah terkonfirmasi tidak benar dan dinyatakan hoax karena tidak terjadi peristiwa sebagaimana yang diposting dalam group facebook tersebut sehingga menguatkan untuk dilakukan penangkapan.

“Barang bukti yang diamankan 1 buah handphone merk Xiaomi, tangkapan layar dari postingan pelaku,” tuturnya.

Pelaku setelah ditangkap dan diproses, kemudian dibebaskan dan tidak dilakukan penahanan setelah yang bersangkutan membuat surat pernyataan untuk tidak melakukan perbuatan tersebut kembali. Penangkapan ini sekaligus sebagai peringatan bagi pelaku untuk tidak melakukan perbuatan tersebut kembali.

“Yang bersangkutan menyampaikan permohonan maaf dengan surat pernyataan bermaterai. Ia memposting permohonan maaf di grup tempat disebarkan hoaks, klarifikasi dan permohonan maaf. Penyidik juga tidak melihat adanya niat jahat, sehingga tidak ditahan,” tutur Hadi.

Sebelumnya, pelaku melanggar pasal 28 Ayat 1 UU ITE dengan ancaman hukuman pidana maksimal 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 Miliar.

Baca Juga  Data Pemerima BST Semrawut, Komisi A DPRD Wonosobo Gelar Rapat Dengar Pendapat

Namun, karena tidak ada niat jahat, pelaku tidak ditahan.

“Ini sebagai edukasi masyarakat agar tak percaya kepada hoaks, supaya tidak latah ingin update, padahal belum tentu benar. Lebih baik disaring dulu, sebelum di-sharing,” katanya.

Polres Magelang sendiri memiliki unit patroli cyber yang melakukan patroli di dunia maya. Akhir-akhir ini, saat masa pandemi ini, banyak berita hoaks bersliweran, petugas pun akan menindaklanjuti berita hoaks yang sengaja disebar oleh pelaku penyebaran hoaks.(*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close