Ganjar Desak Wonosobo dan Solo Segera Ambil Langkah!!!

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta kepala daerah yang wilayahnya sudah masuk zona merah penyebaran Corona untuk mulai memikirkan langkah sebagai solusi menghadapi pandemi virus Corona atau COVID-19. Ganjar mengatakan beberapa langkah bisa diambil selain pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Tiga daerah di Jateng sudah masuk wilayah zona merah yaitu Kota Semarang, Kota Solo dan Kabupaten Wonosobo. Saat ini Kota Semarang sudah menerapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) non-PSBB, sedangkan Solo dan Wonosobo masih melakukan sejumlah kajian.
“Sebenarnya banyak pilihan bisa digunakan. Pilihan Kota Semarang yang tidak PSBB tapi melakukan pengetatan-pengetatan barangkali. Daerah zona merah seperti Solo dan Wonosobo bisa melakukan itu,” kata Ganjar saat dihubungi wartawan. Ganjar menjelaskan beberapa waktu lalu ada yang menelepon dari Wonosobo untuk menanyakan cara pengajuan PSBB. Namun ia menjelaskan komunikasi tersebut bukan resmi dari Pemerintah Wonosobo yang bertanya.

“Kalau memang mau menerapkan pola itu (PSBB) kami buka ruang. Silakan saja. Atau sebenarnya bisa menggunakan model Kota Semarang atau Banyumas,” ujarnya.

Ganjar menjelaskan, Banyumas kini menggunakan Peraturan Daerah untuk pengetatan kegiatan di tengah pandemi virus Corona sehingga ada sanksi bagi yang melanggarnya.
“Ada Perda yang mengatur harus pakai masker, kalau tidak pakai bisa didenda atau dipidana. Itu lebih bagus dari Banyumas. Jadi mau pakai model Semarang atau Banyumas, yang penting harus ada tindakan lebih,” jelasnya.
Ia menegaskan langkah memang harus diambil karena tingkat ‘keluyuran’ dari masyarakat Jateng menurutnya masih tinggi. Sebagai gubernur, Ganjar akan ikut mengawasi termasuk yang sudah berjalan di Kota Semarang.
“Kami akan dukung Kota Semarang untuk mencoba melakukan pengetatan ini. Kami akan pantau nanti apakah di pasar atau pabrik dan tempat keramaian lain apakah efektif atau tidak. Kami harap masyarakat memberikan dukungan dengan berlaku disiplin. Pengetatan ini tujuannya untuk mendisiplinkan warga, jadi kami butuh dukungan warga untuk disiplin agar semua berjalan lancar,” tutupnya.

Baca Juga  Jadi Zona Merah COVID-19, Desa Buat Pos Penjagaan Namun Minim APD

Related Articles

3 Komentar

  1. saya rasa mustahil wonosobo bisa..
    soalnya bupati kita punya pabrik.dan di pabrik lah psbb dalam jumlah yg begitu besar.bahkan ratusan jiwa mereka semua dari berbagai daerah..

  2. Yang di karantina cukup yang sakit, yang sehat bagi lah multivitamin dan suplemen dan dorong roda ekonomi berjalan normal. Nggak perlu ada acara mortal nutup akses masuk kampung desa.

  3. Tapi jalan satu-satunya hanya lockdown agar virus tidak menyebar lebih banyak lagi.
    Kalau hanya orang sakit yang di karantina , tanpa sadar orang yang sakit sudah menularkan ke mana”. Dan yang tertular juga sebaliknya , itu akan seperti itu terus menerus jika masyarakat masih berkeliaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close