Desa Pungangan Resmi Jadi Desa Lumbung Darah Pertama di Jawa Tengah

Wonosobo – Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama Kodim 0707/Wonosobo, PMI, Perhimpunan Donor Darah Indonesia, Pemerintah Desa Pungangan dan HIPMI Wonosobo menginisiasi pembentukan Desa Pungangan, Kecamatan Mojotengah sebagai desa lumbung darah pertama di Jawa Tengah, Rabu (29/07/2020).

Deklarasi pencanangan desa lumbung darah yang dilakukan di Balai Desa Pungangan tersebut dilakukan sekaligus mengangkat gerakan kemanusiaan ini sebagai embrio jaringan desa lumbung darah nasional.

Deklarasi ini merupakan bagian dari rangkaian acara penutupan TMMD Sengkuyung Tahap 2 yang ditutup secara resmi oleh Komandan Kodim 0707 Wonosobo, Letkol Czi Wiwid Wahyu Hidayat.

“Pada saat Pandemi Covid-19, Wonosobo kekurangan stok darah. Dengan dibentuknya desa lumbung darah ini maka akan menambah stok darah yang dibutuhkan oleh masyarakat,” Demikian apresiasi Dandim 0707 Wonosobo.

Bupati Wonosobo, Eko Purnomo mengungkapkan, bahwa pembentukan desa lumbung darah ini merupakan yang pertama di Wonosobo. Ia berharap dengan pembetukan desa lumbung darah pertama ini dapat menginspirasi desa lain dan segera terbentuk desa lumbung darah lainnya di Kabupaten Wonosobo.

Sementara itu, Kepala Desa Pungangan, Supriyono mengungkapkan, kelompok donor darah ini berdiri pada 8 Juli 1990 atas inisiatif kelompok pengajian dengan peserta awal 7 orang. Dilatarbelakangi karena ada salah seorang warga yang sakit saat itu, dan butuh bantuan tambah darah maka kemudian tercetuslah kelompok donor darah di dusun Kleyang Desa Pungangan tersebut.

“Kami menyambut baik dan mendukung penuh program yang sangat baik ini. Terimakasih atas perhatian dari semua pihak dalam mewujudkan Desa Pungangan sebagai Desa Lumbung Darah Pertama di Jawa Tengah,” ujarnya.

Menurutnya, sampai saat ini jumlah anggota kelompok sudah mencapai 150 orang dan yang aktif ada 120 orang. Rata-rata usia antara 20 sampai dengan 71 tahun. Para anggota rata-rata sudah mendonorkan darah sampai 40 kali bahkan ada yang sudah sampai 87 kali.

Baca Juga  Camat Kalibawang: Edukasi Kepada Masyarakat Tentang Bahaya Covid-19 Itu Yang Terpenting

Sementara itu, Ketua Hipmi Wonosobo yang juga sebagai salah satu deklarator Desa Lumbung Darah, Choirul Anwar mengajak seua pihak untuk bersama-sama mengangkat gerakan kemanusiaan ini. Pihaknya berharap agar Desa Pungangan ini menjadi embrio jaringan desa lumbung darah kabupaten, jaringan desa lumbung darah provinsi dan menuju jaringan desa lumbung darah nasional.

“Untuk selanjutnya Hipmi Wonosobo akan memasukan program pemberdayaan ekonomi untuk warga sekitar. Semoga bermanfaat untuk kemanusiaan dan kebaikan semua pihak,” pungkasnya. (Ar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close