Amal Kantong Bocor

MAYODO.ID. – Di dalam organ tubuh manusia terdapat segumpal daging, apabila segumpal daging itu baik, maka baik pula seluruhnya. Pun sebaliknya jika segumpal daging itu buruk maka buruk pula seluruhnya, segumpal daging itu adalah ‘qolbun atau hati’. ‘Hati’ itu ibarat raja, otak sebagai ratunya dan tubuh sebagai anggotanya.

Segala perbuatan tergantung niatnya, baik dan buruk, yang nampak maupun yang tersembunyi dan segala niat bermuara di dalam ‘hati’. Jika niat baik dan disempurnakan dengan cara yang baik, maka akan mendapatkan balasan pahala kebaikan atas apa yang di kerjakannya dan surga tempatnya.

Demikian sebaliknya, jika niat buruk bahkan jahat maka akan mendapatkan dosa dan siksa neraka tempatnya. Sekecil apapun perbuatan tersebut akan di balas oleh Allah sesuai dengan kadarnya.

Banyak yang tidak menyadari, kita beramal namun amal yang kita lakukan itu hilang tanpa bekas disebabkan ulah kita sendiri.

Sering kali kita beramal ibadah yang begitu banyak, namun amal itu tidak sampai kepada Allah. Artinya, segala amal yang kita lakukan tersebut justru seperti (kantong bocor);

  1. Engkau telah berwudhu dengan sebaik-baiknya wudhu akan tetapi engkau boros memakai air, (itu sama dengan) kantong bocor;
  1. Engkau telah bersedekah kepada fakir miskin kemudian, engkau menghina dan menyulitkan mereka, (itu seperti) kantong bocor;
  1. Engkau sholat malam hari, puasa di siang hari, dan mentaati Tuhanmu, tapi engkau memutuskan (tali) silaturahmi, (jelas itu adalah) kantong bocor;
  1. Engkau sabar dengan haus dan lapar, tapi engkau menghina dan mencaci, (samadengan) kantong bocor;
  1. Engkau memuliakan tamumu dan berbuat baik kepadanya, tapi setelah dia pergi engkau menggunjingnya, (sungguh itu) kantong bocor;
  1. Engkau memakai baju kerudung dan kebaya, tapi minyak wangi menyengat (itu) kantong bocor;
  1. Pada akhirnya engkau hanya mengumpulkan kebaikanmu dalam kantong bocor, satu sisi engkau mengupulkan dengan susah payah kemudian engkau menjatuhkannya dengan mudah disisi lain;
  1. Engkau mampu membaca chattinngan hingga ratusan percakapan tiap hari, namun tidak sanggup membaca 10 ayat Alqur’an dengan dalih sibuk dan tiada waktu yang cukup untuk membaca.

 Dan semua itu, pada akhirnya engkau hanya sekedar mengumpulkan kebaikanmu dengan susah payah saja. Karena engkau menghimpun dan mengumpulkannya di dalam satu wadah yang tidak dapat menahannya.

Karena wadah kantong yang bocor, maka engkau kemudian menjatuhkannya, membuangnya dengan begitu saja.

Baca Juga  INDONESIA, MUTIARA PEMIKAT DUNIA!

Di Bulan suci mari murnikan kebaikan sekecil apapun tanpa ’embel-embel’.

‘Ya Rabb, kami mohon hidayah, ampunan atas kami dan orang-orang yang kami cintai’.

(kutipan isi khutbah disuatu shalat jum’at, Imam Masjidil Haram Almakki). [HA]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close