22 Jemaah Ijtima Ulama Gowa asal Temanggung Reaktif Covid-19

Sebanyak 64 dari 86 orang asal Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menjalani tes cepat ( rapid test) virus corona atau Covid-19. Mereka merupakan rombongan jemaah yang ikut Ijtima Ulama di Gowa, Sulawesi Selatan.  Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Temanggung, Gotri Wijianto menjelaskan, dari 64 orang itu, sebanyak 22 di antaranya reaktif terpapar Covid-19. “Senin 20 April 2020 kita laksanakan rapid test. Hasilnya dari 64 orang, yang positif 22 orang,” jelas Gotri, dalam jumpa pers live streaming yang dikutip Kompas.com, Selasa (21/4/2020).

Jangan Ada Stigma Negatif Dikatakan Gotri, sejauh ini ada 86 orang jemaah yang terdaftar mengikuti kegiatan tersebut. Namun kemungkinan masih bisa bertambah karena ada yang berangkat sendiri dan ikut rombongan kabupaten lain.  Lebih lanjut, dari 22 orang yang reaktif itu, sebanyak 21 orang menjalani karantina di asrama Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Temanggung dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG). Sedangkan satu orang sisanya berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan telah dirujuk ke RSUD Temanggung. Gotri menyatakan seluruh jemaah yang reaktif tersebut merupakan warga yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Temanggung, yakni Kecamatan Temanggung (4 orang), Ngadirejo (3 orang), Bansari (1 orang), Bulu (3 orang), Jumo (4 orang), Parakan (3 orang), Tembarak (3 orang) dan Gemawang (1 orang).

“Selanjutnya Selasa (21/4/2020), dilakukan pengambilan swab pada semua yang positif oleh tenaga analis laborat puskesmas dan didampingi oleh dokter ahli dari RSUD Temanggung,” kata Gotri. Baca juga: Rapid Test 320 Orang Kluster Ijtima Ulama Gowa di Banyumas, Hasilnya 40 Reaktif Selain itu, pihaknya juga akan melanjutkan rapid test terhadap pada 22 jemaah lainnya, serta tracing terhadap warga yang memiliki kontak erat dengan keluarga positif Covid-19.

Baca Juga  Warga Resah, Aksi Kejahatan Marak Terjadi

Pada kesempatan yang sama, pihaknya mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Temanggung agar jangan panik, tidak menaruh stigma negatif pada penderita Covid-19 dan tidak mengucilkannya, termasuk tidak menolak pemakaman jenazah penderita Covid-19. “Mereka saudara kita yang kena musibah. Justru harus kita bantu dan kita beri semangat.

Penderita Covid-19 bukanlah aib. Mari bersama sama kita berempati, yang sehat bantu yg sakit, yang sakit tetap sabar dan ikuti SOP perawatan medis,” ungkapnya. Tidak hanya itu, pihaknya juga meminta warga atau pasien jujur saat diperiksa. Kemudian, bagi yang mengenal dan merasa pernah ada kontak dengan sesoerang penderita positif Covid-19 untuk tidak panik, namun segera mengisolasi mandiri, dan jaga kesehatan juga daya tahan tubuh. “Lapor secara mandiri, atau memberikan informasi kepada gugus tugas melalui gugus desa di Desa dan Kecamatan. Sebenarnya garda terdepan dalam penghentian penyebaran Covid-19 adalah diri kita masing-masing,” tegas Gotri.  Catatan redaksi soal rapid test Rapid test merupakan teknik pengetesan keberadaan antibodi terhadap serangan kuman di dalam tubuh. Hasil rapid test tak boleh dan tak bisa digunakan secara mandiri untuk mengonfirmasi keberadaan atau ketiadaan infeksi virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 di dalam tubuh.

Untuk mengonfirmasi keberadaan virus corona secara akurat dalam tubuh seseorang harus dilakukan test swab dengan meteode PCR (polymerase chain reaction). Baca selanjutnya di https://www.kompas.com/sains/read/2020/04/03/080300423/setelah-rapid-test-tes-pcr-diperlukan-untuk-pastikan-virus-corona.

Hasil tes dari rapid test adalah reaktif (ada reaksi terhadap keberadaan antibodi) atau non-reaktif (tidak ada reaksi terhadap keberadaan antibodi). Jika Anda sempat membaca hasil rapid test adalah positif atau negatif, harus dimaknai sebagai positif atau negatif terhadap keberadaan antibodi dalam tubuh, bukan positif atau negatif terhadap keberadaan virus corona penyebab Covid-19.

Baca Juga  Penderita Covid-19 di Wonosobo Bertambah 7 Kasus Dominasi masih Klaster Goa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close